"Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."

Thursday, February 7, 2013

Aku Ingin Jadi Anak Baik




DOSA......???


Jangan pernah berkata, "Aku tidak akan pernah melakukan dosa ini ...," karena faktanya adalah sesungguhnya Anda sepenuhnya bisa saja melakukan dosa ini, dan banyak lagi dosa lainnya.

Hal pertama yang menyebabkan penyangkalan Petrus atas Tuhan adalah kepercayaan dirinya.Dia berkata kepada Yesus, "Biarpun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak."Apa yang membuatnya berkata seperti ini adalah wahyu Tuhan yang mengatakan bahwa Yudas Iskariot adalah seorang pengkhianat.Petrus seolah-olah berkata, "Guru, aku tidak tahu dengan Yakobus dan Yohanes, yang dijuluki anak-anak guruh itu. Aku juga tidak yakin dengan Matius dan murid-murid yang lain. Tapi satu hal yang harus ku katakan pada-Mu: aku sekali-kali tidak akan mengecewakan-Mu."Petrus baru saja menunjukkan kesombongannya, dan Amsal 16:18 mengatakan, "Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan."

Kita mungkin berkata, "Aku tidak akan pernah jatuh dalam hal ini."Tetapi kiranya kita berhati-hati, sebab ini adalah area dimana kita mungkin terjatuh.
Anda mungkin berkata, "Oh, aku tidak akan pernah melakukannya. Tidak akan pernah sekali-kali melakukan dosa itu. Aku benar-benar kuat dalam hal ini. Mungkin imanku terlihat sedikit lemah, tapi dalam hal yang satu ini, aku tidak akan pernah jatuh, aku tidak akan pernah mengkhianati-Nya."Benarkah?Tahukah Anda betapa congkaknya hati Anda sebenarnya?Tahukah Anda bahwa kita semua memiliki kecenderungan untuk berbuat dosa?
Kecongkakan hati bisa membuat rencana Tuhan tidak terjadi dalam hidup kita, karena itu minta ampun dan sediakan roh yang rendah hati untuk datang pada-Nya.Selamat pagi,selamat berakhir pekan bersama keluarga.Tuhan Yesus memberkati.

Sources By : PERDUKI PUSAT



Surat Buat Mama



"Ya TUHAN, Engkau akan menyediakan damai sejahtera bagi kami, sebab segala sesuatu yang kami kerjakan, Engkaulah yang melakukannya bagi kami."



Sally bergegas menemui dokter bedah yang baru saja keluar dari kamar operasi.

Dia bertanya "Bagaimana keadaan anak laki-laki saya? Apakah dia baik-baik saja? Kapan saya dapat melihatnya?"

Dokter bedah itu berkata, "Maafkan kami, kami telah melakukan segala yang bisa kami lakukan".

Sally berkata, "Mengapa anak laki-laki saya mendapatkan kanker, apakah Tuhan sudah tidak sayang? Tuhan, dimana Engkau ketika anakku membutuhkanMu?"

Dokter itu berkata, "Salah satu dari perawat akan keluar dari kamar operasi beberapa saat lagi dan anda dapat mendampingi jenazah anak anda sebelum dipindahkan ke universitas".

Sally memohon supaya perawat itu menemaninya ketika dia mengucapkan selamat tinggal kepada anaknya.

Sally menyentuh rambut pirang anaknya.

Perawat itu berkata, "Apakah kamu menginginkan segenggam rambutnya?"

Sally mengangguk. Perawat itu memotong segenggam rambut anak itu, memasukkannya ke dalam kantong plastik dan memberikannya ke Sally.

Sally berkata, "Ini adalah ide Jimmy untuk memberikan tubuhnya ke Universitas untuk penelitian. Dia berkata ini akan dapat membantu orang lain, dan itu yang diinginkannya. Pada awalnya saya tidak setuju, tapi Jimmy berkata, 'Mama, saya tidak akan menggunakannya setelah saya meninggal, mungkin ini dapat membantu anak-anak yang lain untuk dapat menghabiskan lebih banyak waktu bersama mamanya'".

Sally berkata, "Jimmyku mempunyai hati emas, selalu memikirkan orang lain dan selalu ingin membantu orang lain sebisanya".

Sally berjalan keluar dari rumah sakit anak-anak itu untuk untuk yang terakhir kalinya setelah dia menghabiskan waktu selama 6 bulan disana. Dia meletakkan tas yang berisi barang-barang milik Jimmy ke sebelah tempat duduknya di dalam mobil. Perjalanan pulang saat itu sangatlah berat dan bahkan lebih berat lagi untuk memasuki rumah yang kosong.

Dia membawa tas tersebut ke kamar Jimmy dan mulai meletakkan mobil-mobilan dan barang-barang yang lain kembali ke tempat dimana Jimmy selalu menyimpannya. Dia merebahkan tubuhnya di ranjang anaknya dan menangis sampai dia tertidur sambil memeluk bantal anaknya.

Sally terbangun sekitar tengah malam dan dia atas ranjang, di tempat dia tertidur, dia menemukan surat yang terlipat. Dia membukanya, dan surat itu berisi:

Untuk Mama,

Saya tahu kalau kamu akan merindukanku, tapi jangan berpikir kalau aku akan pernah melupakanmu atau berhenti menyayangimu karena aku tidak berada disekitarmu untuk mengatakan bahwa aku menyayangimu. Aku akan memikirkanmu setiap hari dan aku akan menyayangimu bahkan lebih tiap harinya.

Suatu hari kita akan bertemu kembali. Jika kamu mau mengadopsi anak, kamu tidak akan kesepian, dia boleh menggunakan kamar saya dan semua permainan yang saya miliki.

Kalau mama mau mengadopsi anak perempuan, mungkin dia tidak akan melakukan hal yang sama seperti anak laki-laki, jadi kamu harus membelikannya boneka dan permainan yang lainnya. Jangan sedih ketika kau memikirkan aku, tempat ini benar-benar menyenangkan.

Nenek dan Kakek menemuiku segera setelah aku sampai disini dan membawaku berkeliling, tapi akan butuh waktu yang lama untuk melihat semuanya yang ada disini. Malaikat-malaikat disini sangat ramah, Saya suka melihat mereka terbang. Yesus tidak seperti gambar yang pernah aku lihat tentang Yesus, tetapi saya tahu bahwa itu Dia setelah saya melihatNya. Yesus membawaku untuk menemui Tuhan.

Dan kau tahu Mama? Saya duduk dipangkuan Tuhan dan berbincang dengannya layaknya aku ini seorang yang sangat penting. Saya beritahu Tuhan bahwa saya ingin menulis surat untukmu untuk mengucapkan selamat tinggal dan menceritakan semuanya, tapi saya tahu bahwa itu tidak memungkinkan.

Tuhan memberi aku sebuah kertas dan juga pena pribadiNya yang aku pakai untuk menulis surat ini. Saya pikir nama malaikat yang akan mengirimkan surat ini kepadamu adalah Gabriel.

Tuhan meminta aku untuk memberimu jawaban atas satu pertanyaan yang kau tanyakan padaNya. Dimana Dia ketika aku membutuhkanNya? Tuhan berkata, "Di tempat yang sama ketika Yesus berada di salib". Dia berada disana, seperti Dia selalu bersama semua anak-anakNya.

O ya Mama, tidak ada orang lain yang bisa melihat apa yang tertulis di kertas ini kecuali kamu. Untuk orang lain, ini akan terlihat seperti selembar kertas kosong.

Saya harus mengembalikan pena ini kembali kepada Tuhan sekarang, Dia harus menuliskan beberapa nama lagi dalam Buku Kehidupan.

Malam ini, saya akan duduk bersama Yesus untuk menikmati makan malam.

Saya yakin makanannya akan enak. Saya hampir lupa memberitahukanmu. Sekarang, saya tidak sakit lagi, kankernya telah hilang. Saya bahagia karena saya sudah tidak tahan lagi dengan rasa sakit itu dan Tuhan juga tidak tahan lagi melihat saya menderita kesakitan, jadi Dia mengirimkan Malaikat Pengampun untuk menjemputku. Malaikat itu mengatakan bahwa aku adalah kiriman yang special.

Dengan kasih sayang,

Tuhan & Yesus & Aku.

Monday, February 4, 2013

Anytime...No Time...Full Time....Sometime



SURAT DARI SANG MAHA PENCIPTA


Saat kau terbangun di pagi hari, AKU memandangimu dan berharap engkau akan berbicara kepadaKU, walaupun hanya sepatah kata meminta pendapatKU atau bersyukur kepadaKU atas suatu hal yang indah yang terjadi dalam hidupmu hari ini atau kemarin…
Tetapi AKU melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan diri untuk pergi bekerja. AKU kembali menanti saat engkau sedang bersiap, AKU tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan menyapaKU, tetapi engkau terlalu sibuk…

Disuatu tempat, engkau duduk di sebuah kursi selama 15 menit tanpa melakukan apapun. kemudian AKU melihat engkau menggerakan kakimu. AKU berfikir engkau akan berbicara kepadaKU tetapi engkau berlari ke telephone, dan menelephone seorang teman untuk mendengarkan gosip terbaru. AKU melihatmu saat engkau pergi bekerja dan aku menanti dengan sabar sepanjang hari…
Dengan semua kegiatanmu AKU berfikir engkau terlalu sibuk untuk mengucapkan sesuatu kepadaKU. sebelum makan siang AKU melihatmu memandang ke sekeliling, mungkin engkau merasa malu untuk berbicara kepadaKU, itulah sebabnya mengapa engkau tidak menundukan kepalamu. engkau memandang tiga atau empat meja sekitarmu dan melihat beberapa temanmu berbicara dan menyebut namaKU dengan lembut sebelum mereka menyantap rizki yang KUberikan, tetapi engkau tidak melakukannya…

Yah, tidak apa – apa masih ada waktu yang tersisa dan AKU berharap engkau akan berbicara kepada KU, meskipun saat engkau pulang ke rumah kelihatannya seakan – akan banyak hal yang harus kau kerjakan. setelah tugasmu selesai engkau menyalakan TV, AKU tidak tahu apakah engkau suka menonton TV atau tidak, hanya saja engkau selalu kesana dan menghabiskan banyak waktu setiap hari didepannya, tanpa memikirkan apapun dan hanya menikmati acara yang ditampilkan. kembali AKU menanti dengan sabar saat engkau menonton TV dan menikmati makananmu tetapi kembali kau tidak berbicara kepada KU…
Saat tidur KU pikir kau merasa terlalu lelah. setelah mengucapkan selamat malam kepada keluargamu, kau melompat ke tempat tidur tanpa sepatahpun nama KU kau sebut…
Tidak apa – apa karena mungkin engkau tidak menyadari bahwa AKU selalu hadir untukmu. AKU telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari. AKU bahkan ingin mengajarkan bagaimana bersabar terhadap orang lain. AKU sangat menyayangimu, setiap hari AKU menantikan sepatah kata doa, pikiran atau ucapan syukur dari hatimu…
Baiklah, engkau bangun kembali dan kembali AKU menanti dengan penuh kasih bahwa hari ini kau akan memberi KU sedikit waktu untuk menyapa KU. Tapi yang AKU tunggu… ah, tak jua kau menyapa KU. dari detik ke detik, dari menit ke menit, dari jam ke jam, hingga hari berganti lagi, kau masih mengacuhkan AKU. tak ada sepatah kata, tak ada seucap doa, dan tak ada rasa, tak ada harapan dan keinginan untuk bersujud kepada KU…

Apakah salah KU pada mu? rejeki yang AKU limpahkan, kesehatan yang AKU berikan, Harta yang AKU limpahkan, makanan yang AKU hidangkan, anak – anak yang AKU rahmatkan, apakah hal itu tidak membuatmu ingat kepada KU??
Percayalah AKU selalu mengasihimu, dan AKU tetap berharap suatu saat kau akan menyapa KU, memohon perlindungan KU, dan bersujud menghadap KU….
Yang selalu menyertaimu setiap saat…
SANG PENCIPTA…


Sources By : Internet


SECUIL SURAT CINTA SEORANG IBU UNTUK ANAKNYA




            Bukan suatu kesombongan kalau ibumu ini menguntai sejuta kisah tentangmu, dan bagaimana aku merawatmu sampai dirimu tahu apa arti hidup. Bukan juga mau menandaskan bahwa aku adalah ibu terbaik diseluruh jagad. Dan juga bukan mau berharap kau membalas budiku....bukan...bukan itu. Singkirkan semua perasaan itu bila muncul dalam benakmu. Aku hanya mau menuturkan fakta sejarah menghadirkan memori indah dan mengurai nostalgia berkesan dulu, bahwa aku melihatmu dengan penuh cinta walau derita silih berganti menerpa keluarga kita.
            Dalam sudutku ku termangu dan diriku berdialog dengan perasaanku sendiri....” Semoga anakku ini bertumbuh dengan baik dan penuh iman.” Semoga anakku ini seperti anak-anak yang lain bisa mendapat apa yang pantas untuk ia terima dan menerima apa yang pantas ia dambakan. Semoga anakku ini tidak minder dan ngiler bila melihat temannya mempunyai semuanya dan segalanya. Karena itulah aku tidak pernah berpikir dua kali tentang diriku, apa yang harus kubeli untuk diriku. Saya juga tidak pernah peduli tentang diriku, apakah kebutuhanku sebagai seorang ibu dan sebagai insan manusia lengkap. Tetapi aku selalu berpikir dan peduli “Bagaimana memenuhi semua kebutuhan hidupmu....Anakku.”
            Anakku...bukan suatu kesombongan juga bahwa apa yang saya lakukan, dan pengorbanan apa yang telah aku curahkan semata untukmu. Saya tidak cemas walau dapur itu tidak berasap, karena besok akan membara lagi. Saya tidak pernah kuatir bila lumbung itu hampir kosong, karena besok akan terisi penuh. Saya juga tidak pernah menyesali bila minyak dalam kompor hampir kering, karena besok meluap pasti penuh. Memang untuk saya kesusahan sehari biarlah untuk sehari, besok pasti ada kesusahannya sendiri. Namun saya berusaha melindungi dirimu dari semua kesusahan itu. Biarlah aku menjadi “Tameng pelindung untukmu.”. Biarlah “Sayap hidupku menjadi tempat naungan indah bagimu, engkau hangat dan aman.” Karena walau aku lemah secara fisik namun “Kepak Sayapku” dan “Tameng Hidupku” lebih kuat dari baja sekalipun, demi kau anakku.
            Maka diatas segalanya adalah dirimu. Engkau adalah harta utama untukku, kendati kelak engkau bukan milikku selamanya. Saya sadar engkau adalah sumber kegembiraanku, walau saya insyaf tidak selamanya engkau akan bersamaku. Saya yakin engkau adalah Butir Mutiara, walau saya juga pasrah bahwa butir indah yang bertaburan pernik bening itu akan pergi dengan siapa nantinya engkau hidup bersama, dengan siapa Allah memberi keluarga baru. Disanalah butir mutiara yang indah itu bertaburan dan bersinar. Namun suka citaku lengkap, bila engkau bisa bahagia entah dimana.....bersama siapa....dan entah jauh dari pelupuk mataku. Memang itulah misiku membesarkanmu......”KECAPLAH KEBAHAGIAANMU."
            Anakku aku memang menanamkan nilai hidup dalam dirimu dengan penuh perjuangan dan bahkan bercucuran air mata. Karena itu buatlah aku bergembira menuai dengan bersorak-sorai. Namun aku perlu tandaskan...” Aku bukan berharap engkau menjadi orang terkenal. Aku juga tidak pernah berdoa supaya engkau duduk di rumah mewah bertakhta berlian. Saya juga tidak pernah bermimpi engkau mempunyai mobil mewah. Namun aku berdoa berharap dan mendambakan engkau menjadi orang beriman dan peduli dengan sesama.” Inilah suka cita yang aku maksudkan. Buatlah aku bergembira karena itu anakku. Jangan lupakan sejarah keluargamu yang sederhana namun kaya akan iman. Jangan juga lupa akan Allah karena Dia yang selalu menjaga dan menunjukkan jalanmu.
            Anakku...inilah untaian dan cetusan terdalam dari aku ibumu. Harapku engkau mengerti akan semua curahan hati ini. Tersenyumlah dan bahagialah bila engkau telah membacanya, karena sekali lagi aku bahagia bila engkau bahagia, entah dengan siapa pun nantinya Allah memberimu pasangan hidup. Anakku doaku tidak pernah lepas dari perjalanan hidupmu. Dan jangan cemas bila aku tinggal sendirian dirumah mungil. Aku bahagia disana, karena dirumah mungil nan sederhana itulah aku bisa mengeja kembali NOSTALGIA itu. “ Anakku bila ada waktumu.....? Mampirlah......Itu juga RUMAHMU....”.

Sources By : Pst. Felix SSCC

Kata-Kata Bijak Cinta















Sunday, December 16, 2012

Doa Di Hadapan Allah Yang Maha Tahu





Tuhan...
Engkau menyelidiki aku  mengenal aku
Engkau mengetahui bila aku duduk atau berdiri,
Engkau mengerti pikiranku dari jauh,
Engkau memeriksa akua, kalau aku berjalan dan berbaring

Segala jalanku, kau maklumi.
Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, 
Sesungguhnya semuanya telah Kau ketahui ya Tuhan.
Dari belakang dan dari depan, engkau mengurung aku
Dan engkau menaruh tanganMu di atasaku.
terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya
Kemana aku dapat pergi menjauhi rohMu, kemana aku dapat lari dari hadapanMu,
Jika aku mendaki ke langit, engkau di sana,jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situpun Engkau.

Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut,
Juga di sana tanganMu menuntun aku, dan tanganMu memegang aku,
Jika aku berkata; biarlah kegelapan saja melingkupi aku dan terang sekelilingku menjadi malam, maka kegelapanpun  tidak menggelapkan bagiMu
dan malam menjadi terang seperti siang, kegelapan sama seperti siang.
Sebab engkaulah yang membentuk buah pinggangku,

Menenun aku dalam kandungan ibuku
Aku bersyukur oleh kkarena kejadianku yang dasyat dan ajaib, ajaib apa yang Kau buat
Dan jiwaku benar-benar menyadarinya.
Tulang-tulangku tidak terlingdung bagiMu, ketika aku Kau jadikan di tempat yang tersembunyi,
Dan aku di rekam di bagian bumi yang paling bawah; mataMu melihat selagi aku bakal anak.
Dan dalam kitabMu semuanya tertulis, hari-hari yang akan di bentuk, sebelum ada satupun dari padanya.
Selidikilah aku ya Allah dan kenalilah hatiku, ujilah aku dan kenalilah pikiran-pikiranku dan lihatlah, apakah jalanku serong dan tuntunlah aku di jalan yang kekal.
Amin....

Sources By : M. Anie